Image: corbis.com
Alat penyangrai yang ada biasanya khusus untuk satu jenis biji-bijian, misalnya hanya bisa untuk menyangrai kacang tanah atau kopi. Cara ini tentu kurang efisien karena pengolahan membutuhkan waktu lama dan berpengaruh terhadap hasil produksi. Melihat hal ini, tiga mahasiswa program studi (Prodi) Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yaitu Ivan Sofyan, Gusti Bagus Jaya, dan Satria Bekti Santosa mencoba melakukan inovasi dengan membuat mesin penyangrai yang dapat digunakan untuk semua jenis biji-bijian.
Ivan Sofyan mengatakan dengan dimensi panjang 1.300 mm, lebar 800 mm dan tinggi 760 mm, menjadikan mesin penyangrai ini sangat ergonomic, nyaman bagi operator, dan mudah disesuaikan dengan ruang kerja. Selain itu, cara kerjanya juga cepat. Misalnya, untuk kapasitas penuh hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan produksi antara 40–60 kg. Dari sisi bahan bakar juga lebih hemat karena bahan bakar alat ini menggunakan elpiji dan listrik.
"Untuk elpiji sebelum digunakan bisa diukur dengan menimbang dan untuk listrik dapat dilihat dari meteran rumah tangga digital sehingga cukup hemat," papar Ivan.
Ivan menambahkan, dari sisi harga, mesin ini juga lebih murah dibandingkan dengan mesin yang sudah ada di pasaran. Mesin buatan mereka dilepas dengan harga Rp2,5 juta, sedangkan mesin yang sudah ada Rp5 juta. Mesin ini dari sisi keamanan juga tidak ada masalah. Yang menjadi perhatian, hanya pada bagian transisi karena belum ada penutupnya.
"Karena masih dalam penyempurnaan, untuk sementara kami belum akan memproduksi massal, tapi bila ada yang memesan, kami dapat melayaninya," tandasnya.
Humas FT UNY Harya Aji Pambudi mengatakan, selain sangat membantu dalam peningkatan produksi bagi pelaku industri rumah tangga, yang lebih penting lagi, dengan keberhasilan ini akan memicu mahasiswa UNY lain untuk melakukan inovasi teknologi, baik baru maupun pengembangan yang sudah ada.
sumber



0 komentar:
Posting Komentar